Posted by: husni on: Desember 1, 2008
Kuliah Rock Physics pagi itu agak sedikit beda, dosen saya, Pak Fatkhan namanya, mengumumkan sesuatu…sesuatu yang memacu adrenalin..ada program beasiswa double degree, full beasiswa dari Pertamina, ke Curtain University, Perth, Australia.Program ini akan berlangsung selama 1 tahun (tentunya setelah dipadatkan).Satu semester belajar di ITB, satu semester lagi belajar di Curtain.Tentunya sangat cocok dengan kami – kami yang sekarang sedang duduk di semster 7.Berarti kalau bisa lulus tahun depan, bisa ikut mendaftar.Syarat utamanya selain tes potensi akademik, Psikotes, Kesehatan, juga bahasa inggris, dengan mengacu kepada nilai IELTS yang harus lebih besar sama dengan 6.5.
Saya langsung sms abang di Medan yang merupakan tutor buat privat IELTS…jawabannya nilai lulus minimal IELTS adalah 6.00, agak sulit mendapatkan 6.5 tapi bukan tidak mungkin.Banyak murid abang yang mendapatkan skor tersebut.Nilai maksimal 9.00, dapat skor 7.5 aja udah jago.PERLU PERSIAPAN.
Perlu persiapan…hah saya jadi inget..kalau saya statistikin secara sederhana…dulu waktu saya SMP, setiapĀ ada olimpiade yang saya dapet medali..adalah olimpiade dimana saya ga belajar.Waktu saya belajar serius buat ikutan olimpiade itu..eh…malah ga dapet apa – apa.Sepuluh tahun kemudian, JOKER memberi nasihat yang sangat retoris..”why so serious..”
Saya selalu senang kalau ada orang yang meremehkan…dulu sih benci..tapi, semenjak saya berhasil membuktikan kalau saya bisa juga masuk ITB, saya jadi senang.Dulu, waktu saya bilang saya milih ITB sebagai pilihan pertama..komentar orang – orang pasti…”yaah..ntar jangan gila lha ya kalo ga keterima..”Perasaan saya gak bodoh – bodoh amat dulu…buktinya…nilai TOEFL saya tertinggi se SMA atau contohnya pas saya ngajak sepupu saya ke timezone, mereka semua bertepuk tangan dan langsung sumringah mendapat hadiah hair dryer berkat kejelian saya menggunakan persamaan matematik sederhana menghitung laju lampu di permainan Jackpot.Hihihi…Ya Allah..saya cuma berusaha menghibur diri tidak bermaksud sombong..
Kembali ke Beasiswa tadi..
Saya sudah azamkan dalam hati..saya ingin berkarya di dalam bidang energi.Saya ingin melihat dunia.Melihat budaya lain..Harus semangat..harus berjuang…jangan suka tidur lagi..jangan suka download movie lagi.Harus maju..demi izzah Islam dan Indonesia di mata dunia.
Sorenya saya bertemu dengan Bapak Darharta Dahrin, kepala Program Studi S1 Teknik Geofisika, tempat saya belajar….”lihatlah jauh..2 tahun ke depan” kata beliau..”kalau bukan kita yang meningkatkan kualitas pertamina, siapa lagi?”..hmmm..kakak saya pernah tertawa waktu saya bilang saya ingin bekerja di Pertamina…duitnya dikit katanya.Hahaha..saya mau bilang, ini tentang balas jasa kepada masayarakat yang telah membiayai saya kuliah di ITB dengan membayar pajak…bukan segepok uang yang diterima sebulan sekali..trus habis dimakan hidup.Saya senang ketika diremehkan..saya semakin sadar saya berpikir jauh lebih dewasa..lebih jauh ke depan..
Kalo azam sudah tertancap di hati, IELTS 6.5 pun tak jadi masalah…
Sekarang tinggal, berapa banyak waktu yang kita pakai untuk berbuat daripada untuk berbaring.
Ya Allah..berikan saya kesempatan untuk meninggikan izzah Islam di mata dunia lewat bidang energi..
di Curtain, rockphysics diajarkan untuk S2..di ITB..untuk S1..canggihan kita kayaknya..
mereka cuma menang modal doank..
yakinlah..kita bangsa Indonesia ini hebat
tinggal bergerak dan berpikir lebih banyak aja…
sedikit koreksi mas,
nama univ nya Curtin, bukan Curtain.
eniwei thx infonya
hm..nice.lets do it.
Desember 2, 2008 pada 10:21 am
tularkan itu pada saya ni