One Flew Over The Fourth Floor

Reservoir Karbonat = Reservoir Masa Depan

Posted by: husni on: November 23, 2008

Setelah kemarin, adik saya yang perempuan menemukan blog saya ini dan kemudian dengan pintarnya dia print seluruh tulisan yang ada di sini serta memberikannya kepada orang tua saya.Besoknya, saya mendengarkan ayah saya membacakan tulisan saya tentang What will I do in my Wedding Day via telepon.Saya pun kemudian berjanji dalam hati…”my momma is watching..ga bisa macem – macem lagi nulisnya…tulisan sekarang harus lebih teknis..lebih saintifik tapi tetap populer”

Reservoir minyak yang sekarang banyak mendapat sorotan dan disebut sebagai reservoir masa depan adalah karbonat.Dikatakan bahwa volume karbonat di seluruh dunia adalah sekitar 40 %, sisanya pasti didominasi oleh reservoir klastik, fracture mungkin mendapat fraksi yang lebih kecil.Namun, total cadangan karbonat sekitar 60 %, hal ini disebabkan pori – pori nya yang besar, sehingga dapat menyimpan hidrokarbon dalam jumlah yang relatif lebih banyak.

Dalam sisitem pengendapannya, sistem paparan pada kedalaman < 50 m, karbonat terbentuk pada daerah dengan iklim yang kering.Pada daerah ini, akan terbentuk karbonat, dolomite, dan gypsum.Sedangkan pada daerah dengan iklim tropis lembab, batuan yang terbentuk adalah klastik.Negara – negara penghasil minyak yang dengan reservoir karbonat di antaranya : Indonesia, Amerika, Malaysia, dll.Sedangkan negara – negara penghasil minyak dengan reservoir karbonat, mayoritas didominasi oleh negara – negara Timur – Tengah seperti Arab saudi, Irak, dan Iran yang memang memiliki iklim arid atau kering atau negara – negara lain seperti India, dan Rusia .Keadaanya sekarang adalah, negara -negara dengan reservoir klastik mulai mengalami penurunan dalam produksi minyaknya per hari.Menurut salah satu ahli dari Teknik Geofisika ITB, sebuah perusahaan besar yang mengelola lapangan paling besar di Indonesia (tau kan apa!) dulunya bisa menghasilkan 1 juta barrel per hari, namun sekarang hanya 600 ribu barrel per hari.Begitu juga yang terjadi di Amerika (ini bisa jadi spekulasi yang sangat baik bagi saya untuk mengatakan bahwa salah satu motivasi Amerika menyerang negara – negara Timur Tengah adalah ini).

Dalam analisis penampang seismik kualitatif  untuk eksplorasi hidrokarbon pada reservoir karbonat biasanya ada tiga petunjuk yang menarik, yaitu : build ups, dim spot dan flat spot.Build up adalah batuan karbonat yang terdiri dari material – material yang organik yang selalu mencari tempat paling tinggi agar bisa lebih dekat ke matahari sehingga saling tumpuk – menumpuk membentuk build ups.Living Organism ini hidup dan tumbuh, karena pada hakikatnya mereka mencari kondisi yang shallow, warm, clear, clean, water.Build ups menarik karena, merupakan struktur yang paling tinggi dan mudah tererosi memiliki porositas yang besar (big secondary porosity due to  carbonate leaching process).Dim spot adalah penampang seismik yang tiba – tiba menunjukkan daerah dengan amplitudo rendah (beda dengan daerah karbonat di sekitarnya yang amplitudonya tinggi) sebagai akibat dari accoustic impedance yang rendah karena (mungkin) akibat interaksi antara karbonat dengan gas.Flat spot adalah trace seimik yang datar sebagai akibat dari kontak dengan fluida.

Yah..itulah sekedar gambalan singkat mengenai reservoir karbonat…mohon bagi pembaca yang menemukan kesalahan dari pembahasan saya ini, harap segara dikoreksi.Maklumlah, masih belajar..karena ketidaktahuan akan sesuatu membuat kita berani.

trims

2 Tanggapan ke "Reservoir Karbonat = Reservoir Masa Depan"

wah saya kira reservoir karbonat emang udah jd primadona dari dulu?

ih..p’husni cadel juga ya….gambalan ato gambaran????hihi
tengkyu ya infonya…sebenernya aku gatau2 banget tentang reservoir karbonat, yang aku tau resevoir air bersih, dimana menampung air yang telah diolah di unit instalasi pengolahan air minum untuk selanjutnya di distribusikan ke masyarakat pelanggan…hehe nyambung

ilmu Allah emang banyak pisan,,,,berhubung aku pengen ke chevron (yah…kesebut deh…) aku harus tau juga nih….

Tinggalkan Balasan