One Flew Over The Fourth Floor

Cerita tentang Sahabat Saya

Posted by: husni on: November 12, 2008

Saya hanya tahu cerita seperti ini dari film Laskar Pelangi, koran, dan media lain.Tak terbayangkan bahwa hal ini seperti ini akan berlangsung di dekat saya, kepada sahabat saya.Seorang sahabat saya, yang saya kenal dari sejak dulu masuk ke ITB..pernah satu tempat tinggal dengan saya di asrama kidang pananjung, sering sahur bareng kalau bulan Ramdahan datang, pernah jalan 1.5 kiloan buat mandi di kamar mandi Biologi karena kamar mandi asrama kami mati airnya.Sekarang dia harus putus di kuliah di tengah jalan, di semester 7.Padahal dulu dia masuk ke ITB bukan dengan jalan SPMB seperti saya, tapi karena prestasi Olimpiade di bidang ilmu hayat.Pemerintah daerah sempat membiayai kuliahnya, tapi entah mengapa bisa terputus seperti ini.

Ceritanya sahabat saya ini keluar karena ketiadaan dana, ini versi pertama.Apabila ini benar, maka siap – siaplah Allah meminta pertanggung jawaban dari kita semua.Dan ini terjadi di ITB, kampus terhormat di negeri ini, MIT-nya Indonesia, world class university….Di kampus besar ini, ada mahasiswanya yang keluar akibat tidak ada dana untuk melanjutkan….sekali lagi, kalau versi ini benar.

Versi yang kedua…

orang tua sahabat saya ini meninggal dunia dan dia harus pulang untuk membantu keluarga.

Saya hanya ingin menangis…dan mengutuki diri ini ketika dia lupa untuk bersyukur dapat belajar di sini.

3 Tanggapan ke "Cerita tentang Sahabat Saya"

hoooo
emang banyak yang kaya gitu

kalo gw ngeluarin persepsi gini lu bisa terima ga ni?

biaya pendidikan semakin mahal karena banyak diizinkan swasta yang kualitasnya (gajinya) bikin sirik sekolah2 negri sehingga mereka menaikkan biaya untuk pendidikan untuk sebuah persaingan yang tidak sehat, kejar gengsi bukan kejar kualitas pendidikan, ingat loh, kita manusia yang harus DIDIDIK tidak hanya DIAJAR

wahh..hanif tumben bijak’haha

sedih dan sayang sekali ya temenmu itu, segelintir kuncup yang patah sebelum mekar. anak bangsa yang kompeten, tapi gak dipelihara…(aku emang ikut tanggung jawab ya???)

eh, aku juga pernah lo mandi di GKU timur, gara2 ledeng kosan mati.hihi’

aku dulu terkadang turut membantu teman-teman yang terancam DO di ITB. Biasanya jika masalahnya diketahui dari awal, bisa di lobi ke tingkat rektorat. Kala mahasiswanya berniat kuat melanjutkan, dengan alasan yang kuat dan logic, InsyaAllah akan dibantu ko. Biasanya pihak rektorat juga memberikan beberapa kali surat peringatan jika ada masalah perkuliahan maupun administrasi yang mengancam `harus keluar`.Masalahnya, banyak mahasiswa yang ngga diurus dari awal, dan biasanya support teman/lingkungan sangat membantu, karena kalau ngurus sendiri biasanya ngga Pe-De. Kalo sekarang masih kuliah di ITB, perhatikan aja teman-teman yang kira2 `terancam, dan bantu dari awal.

Tinggalkan Balasan