One Flew Over The Fourth Floor

Geophysicist di atas Gunung

Posted by: husni on: Agustus 13, 2008

Sekelompok ahli geofisika (dalam dunia eksplorasi terkadang kalau terpaksa mahasiswa tingkat tiga yang baru lulus praktikum endapan mineral juga bisa disebut ahli), dalam misi mereka mengeksplorasi barang tambang di sebuah gunung di Sumatera.Sebelum berangkat ke gunung, mereka sudah kenyang dengan cerita – cerita lokal tentang adanya begu (hantu) di gunung itu.Gunung itu bukan hanya menjadi tempat jin buang anak, tapi juga buang air.Biasa, sebagai tim yang berangkat pertama kali, mereka bertugas melakukan survey geomagnet untuk mengetahui titik – titik anomali magnet di bawah permukaan bumi.Dengan adanya survwy magnet sebelumnya, lokasi eksplorasi yang lebih lanjut bisa lebih dipersempit.Hanya di tempat – tempat yang mengandung anomali saja.

Sampailah mereka di lokasi yang dianggap prospek itu.Nilai koordinat di GPS sudah menunjukkan angka ang sesuai.Mereka senang bukan kepalang…hehehehe, di sini petualangan itu dimulai, kata mereka.Mereka mengeluarkan alat, Proton Precession Magnetometer, magnetometer dengan sensor air + avtur.Alat ini produk dari perusahaan Oyo Company, Jepang.Mereka, para mahasiswa itu, para ahli sesaat itu….mulai menghidupkan alat.Melepaskan semua barang – barang yang ada unsur logamnya.Si jaket merah, mulai membuka kompas and berteriak, ” utara ada di arah jam 9″.Mereka, mengerti…namanya juga ahli, bahwa itu artinya tanda panah yang ada di sensor di arahkan ke sana.

Mereka riang gembira di atas gunung yang sunyi.Satu line panjangnya 6 km dengan spasi pengukuran 25 m.Di sekitar titik ke 10 mereka mengalami masalah.Nilai kuat magnet bumi yang mereka ukur, tiba – tiba saja tidak stabil.Berubah – ubah dengan sangat cepat dengan interval nilai yang sangat jauh.Apa ini?Mereka belum pernah mengalami hal seperti ini…Di atas gunung itu, para geophysicist itu kebingungan.Sinyal telepon genggam juga tidak terdeteksi sama sekali.Kepada siapa mereka harus konsultasi.

Langit semakin gelap.Asap terlihat mengepul dari dalam kawah gunung.Sekarang bukan hanya satu titik yang memberikan nilai yang sangat fluktuatif itu, tapi hampir di semua titik pengukuran.Mereka hampir frustasi.Terlihat dari wajahnya yang seolah mengatakan, “this is the end of the day.”Satu hal yang perlu diingat ketika kita ada di alam, “jangan sampai mental kita jatuh…”Ini yang akhirnya mereka alami setelah salah seorang dari mereka nyeletuk…”aku pernah lihat dokumenter.Ketika ada makhluk halus datang, maka ada perubahan medan elektromagnet di sekitarnya…”

Sains itu ilmu pasti.Tapi sebenarnya hampir tidak pernah pasti.Karena semuanya hanya berdasarkan asumsi ilmiah.Asumsi yang paling masuk akal untuk menjelaskan sebuah fenomena, pasti dianggap sebagai sebuah teori.Teori yang paling masuk ke akal para geophysicist yang sedang frustasi di atas gunung itu adalah bahwa, makhluk halus memberikan perubahan medan elektromagnet….ini gunung yag angker, pasti banyak makhluk halus yang berkeliaran di sekitar mereka sekarang…..

Dalam keputus asaannya, salah seorang anggota tim eksplorasi itu, merebahkan wajahnya ke tanah.Berusaha mengingat ibu, pacar yang mungkin sebentar lagi harus dia tinggalkan.Tapi, dia melihat, butiran pasir ini bukan berwarna coklat seperti biasa, tapi hitam.Dia sadar, di sekelilingnya juga seperi itu.Dia ambil sampel dan mulai melihat dengan seksama….tidak salah lagi, bijih besi.Aha…eureka, tidak ada hantu2an…kita berdiri di atas tanah yang penuh kandungan bijih besi di bawahnya.Pantas saja….mereka pun senang…mereka belajar satu hal, kita hidup di atas anomali.

hehehehe…why so serious…!!

2 Tanggapan ke "Geophysicist di atas Gunung"

nice story…. :)

mungkin itu bedanya orang indonesia dengan orang luar, yang sekaligus bikin mereka lebih sukses. Orang luar ga terlalu percaya sama yang gaib-gaiban. Jadi ketika ada sesuatu yang “ga beres”, instead of berpikir yang bukan-bukan, mereka mencari terus untuk mengetahui alasan logis dibalik semuanya.

jadi inget kejadian korona di sekitar SUTET yang sering dibilang “penampakan” sama masyarakat. itu juga salah satu fenomena medan elektromagnetik =)

ada dampak perubahan medan elektromagnetik yang lebih aneh lagi teh ghina..ntar deh saya ceritain dongengnya…

Tinggalkan Balasan