One Flew Over The Fourth Floor

Cerita tentang Lateef dan Baran

Posted by: husni on: Maret 3, 2008

baran018a_f.jpgNamanya Lateef, artinya lembut.Namanya Baran artinya hujan.Hujan lembut membelai tanah Iran yang dingin.Setelah pengorbanannya, Lateef hanya mendapat sebuah senyuman dan sebuah jejak sepatu di atas lumpur dari Baran, sang kekasih idaman yang tak kunjung memeri jawaban.Baran pulang ke Afgahanistan bersama keluarganya, Lateef memandang.Langit hujan.Iran di akhir musim dingin yang beku.

Cerita indah tentang transformasi dan hidup yang keras bagi para imigran Afghan di iran.Baran bertransformasi menjadi Rahmat dan menjadi buruh kasar di sebuah proyek konstruksi.Namun, karena dianggap lemah dan tidak cocok untuk pekerjaan berat, Rahmat dijadikan bertanggungjawab terhadap urusan dapur menggantikan Lateef.

 Lateef berubah menjadi pribadi yang sangat membenci Rahmat karena dianggap mencuri pekerjaannya.Namun, benci itu kembali bertransformasi menjadi sebuah perasaan cinta dan ingin melindungi ang amat sangat besar.

Cinta membuat Lateef bertransformasi menjadi orang yang lebih dewasa dan rela berkorban.Seluruh uang tabungan ia gadaikan demi keluarga rahmat a.k.a Baran yang memang sangat-sangat tidak mampu, tapi tak pernah sekalipun dia sesumbar bahwa bantuan itu adalah dari dirinya.Padahal kalau saja dia mau bilang, pasti si kekasih pujaan akan jadi miliknya.Lateef memilih hanya menolong dan menahan cinta yang besar itu.

Sampai akhirnya, tak sekalipun cinta itu berbalas.Lateef tak punya apa-apa lagi untuk dikorbankan dan Baran, si Gadis hujan itu, pulang ke kampung halamannya, Afghanistan, meninggalkan jejak sepatu di atas lumpur yang basah oleh hujan di akhir musim dingin Iran yang beku.

Tinggalkan Balasan