Posted by: husni on: Maret 3, 2008
Dalam sebuah keterpesonaan yang amat sangat saya pernah mencatat dialog sebuah film pendek berjudul Quais de Seine dalam rangkaian film-film Paris Je T’aime.Sampai sekarang saya belum sepenuhnya mengerti mengapa waktu itu begitu inginnya mengabadikan dialog itu ke dalam buku catatan saya entah karena ceritanya tentang Francoiz yang orang Prancis dan Zarka yang muslim, atau karena sutradaranya yang orang India (Gurinder Chadha).Berikut petikan dialognya
Francoiz (F) : “You have beautiful hair why are you forced to cover itu up?”
Zarka (Z) : ” I’m not forced.It’s my choice”
F : “too bad because tou’re very preety”
Z : “thank you, but does that mean without it I am ugly?”
F : “I didn’t mean that”
Z : “You and your friends, you only insult woman, why do you talked like that eventhough you know they don’t like it?it’s enough that I find myself pretty. When I wear my headscarf, I feel I have a faith.An identity.I feel good and also beauty.”
Saya pernah dengar dari Hrithik Roshan bahwa kecantikan adalah kesederhanaan, tapi Zarka mengajarkan saya bahwa kecantikan adalah keyakinan yang engkau pertahankan sehingga kau merasa nyaman dengannya.Tak perduli apa tanggapan orang terhadapmu.Saya ingatkan, ini cerita anak muda di Perancis yang masih mendiskriminasi mereka yang mempertahankan keyakinannya dalam bentuk simbol.Bagi Zarka simbol itu adalah jilbabnya.Kecantikannya dalah identitas.Bukan identitas yang menyesuaikan diri kepada defenisi kecantikan, tapi defenisi kecantikannlah yang menyesuaikan diri terhadap identitas.Defenisi kecantikanlah yang menyesuaikan diri terhadap keyakinan.Jilbab Zarka bukan jilbab yang lebar, hanya sebuah headscarf yang bahkan tidak menutupi rambutnya dengan sempurna.Tapi baginya itulah keyakinan yang paling dapat dia pertahankan.Itulah kecantikannya.
Dicari : Zarka yang hapal Al-Qur’an…..ada enggak ya..?
Apa kata teman-teman