Posted by: husni on: Agustus 5, 2007
Rico de Coro…ahhh mengingat judul dongeng karya Dewi Lestari (pasti tau donk..penulis SUPERNOVA tea)ini saya teringat suatu malam ketika listrik di rumah saya padam,dua keponakan saya yang kulitnya berwarna hitam meminta saya mendongeng sebelum tidur.Saya kehabisan stok cerita.Mulai dari Strange Tales from Arabian Nights, The Alchemist-nya Om Coelho, Psycho-nya Alfred Hitchcock sampai cerita rekaan saya sendiri yang rada-rada sureal, semuanya sudah pernah mereka dengar.
Yahh…singkat cerita, dongeng yang saya ceritain adalah Dongeng Rico de Coro ini.Cerita-nya sureal abis lha pokoknya..gini nih kira2 ceritanya:
Di sebuah rumah..ada sebuah kerajaan coro (coro = kecoa) yang memiliki pangeran bernama Rico de Coro.Rico de Coro, pangeran berwajah tampan (ya… standard coro lha), berhati mulia yang unfortunately….jatuh cinta dengan anak bungsu pemilik rumah (yang ni manusia) yan unfortunately juga..benci banget sama coro.
Kau pernah merasa perasaan seperti itu???ketika orang yang kau cintai adalah orang yang paling membencimu di dunia??Apa yang kau lakukan??Berusaha melupakan??mencoba memahat dalam hatimu bahwa masih banyak wanita (saya benci menggunakan kata betina..teringat film bodohnya lola amaria) coro lain yang pasti lha…keleper2 sama seorang pewaris kerajaan coro, tapi tidak dengan Rico, cinta yang begitu besar dalam tubuh yang kecil itu hanya bisa ditunjukkan dengan memperhatikan orang yang dicintainya diam-diam ari balik gordin jendela..cinta yang tak pernah sekalipun mengharapkan balasan.
Kerajaan yang coro yang waktu itu sedang dilanda bencana karena banyak rakyatnya yang mati ‘dibunuh’ pemilik rumah, berencana melakukan revenge dengan cara yang cantik (revenge better served cold kan..) walau pangeran Rico menentang kebijakan ini habis-habisan.Pada suatu hari yang aneh, datanglah seekor makhluk lain yang ternyata adalah coro yang telah mengalami mutasi gen akibat kesalahan eksperimen dari salah satu anak pemilik rumah.
Si coro mutan ini kondisinya sangat buruk, hampir mati, dan berencana akan melakukan pembalasan kepada keluarga yang telah membuatnya seperti ini.Dengan seluruh permukaan tubuhnya yang dipenui racun, pembalasanpun akan mudah terlaksana.Gayung bersambut..kerajaan coro mengutus mutan itu untuk melakukan pembalasan.Caranya..ia bersembunyi di dalam sebuah laci dan menggitgit siapapun yang membuka laci itu…racun akan menjalar ke dalam tubuh si manusia an itu akan menjadi pembalasan terakhir dalam hidupnya.
Rico mengetahui rencana ini, dan tanpa sengaja melihat gadis pujaan hatinyalah yang berjalan menuju ke laci.Layaknya Spiderman, rico terbang dari satu gordin ke gordin lain untuk memperingatkan gadis itu….tapi apa daya rico..si gadis tidak mendengar peringatan itu dan tetap berjalan ke arah laci.Tepat kita si gadis membuka laci, riko hinggap di tangan si gadis dan jarum racun si mutan pun menusuk tubunya.Si gadis menjerit begitu melihat ada coro di tangannya.Selanjutnya…adalah adegan paling miris…si gadis mengebaskan tangannya..rico terhempas ke lantai..si gadis mulai memukuli rico dengan sandal.Di sela-sela siksaan itu..Rico sempat berdo’a…”Tuhan….cintaku tak terbalas hingga sampai mati….aku tidak menyesal…permohonan terakhirku, Tuhan…sekali saja…mohon pertemukan kami dalam mimpi”sehabis mengucapkan do’a…Rico pun meniggal dunia.
Besoknya…pada waktu sarapan…Si gadis bercerita kepaa keluarganya bahwa tadi malam dia bermimpi indah…bercengkerama bahagia dengan seorang pangeran di sebuah taman super indah…nama Pangeran itu adalah RICO DE CORO.
Enta kenapa..adegan cerita yang terakhir ini mengingatkan saya akan adegan penutup film CHILDREN OF HEAVEN karya Majid Majidi.Adegan penutup penuh ketulusan saat Ali Madegar duduk di pinggir kolam sambil mencelupkan kakinya ke dalam.Hanya ikan2 mas yang seperti datang diutus Tuhan untuk menciumi luka2 d kaki Ali….Ketulusan Ali untuk berjuang mendapatkan sepatu baru untuk adiknya mendapatkan balasan manis langsung dari Tuhan………………..
Keponakan saya seperti tak rela Rico mati….mereka hanya berkata,”ih…mati’Namun saya yakin…ini adala pelajaran tentang ketulusan dan pengorbanan yang paling bsa diberikan oleh seorang Paman yang baik….hehee…jangan marah ya…!!!!
woi ni….sapa tu kemenakan mu….
hallah, cerita mu gitu2 aja….
ganti la…
aku tunggu ya yagn berikutnya…
i’ll wait for the next…
something esspecially for me….
ok ni…..
Agustus 5, 2007 pada 9:08 am